Kamis, 19 Januari 2012

Orang Yang Pernah Ku Cinta

    Teruntuk orang yang pernah ku cinta,

Apa kabarnya kamu? Apakah kamu merindukanku? Apakah kamu sedang memikirkanku saat ini? Dan masih banyak apakah yang ingin ku lontarkan padamu. Ya padamu yang entah kini menganggapku apa. Mungkin kau mengganggapku tak ada, tapi taukah kau bila kau segalanya bagiku? Kau cahaya hidupku, yang akan membuatku hilang arah bila tak bersamamu. Kau sumber inspirasi hidupku, yang akan membuatku tak bersemangat bila tak didekatmu. Kau nafasku yang akan membuatku sesak nafas bahkan kebabisan nafas bila kau menjauh dariku.
        Kuingat saat pertama kau nyatakan cinta padaku. Kuingat halusnya tanganmu ketika membelaiku. Kuingat sentuhan bibirmu saat kau kecup mesra diriku. Kuingat hangatnya dekapanmu. Kuingat bau tubuhmu yang khas itu. Masih kuingat ketika kau menyanyikan sebuah lagu yang kau buat sendiri sambil bermain gitar pada hari valentine.Pada hari itu kau mengajakku berkencan ke sebuah pantai yang indah. Ditempat itu ombak berderu seolah menyambut kedatangan kita berdua. Tampa basa-basi lagi kau mulai memainkan gitarmu. "Jreng" "Jreng" "Jreng" dan kau mulai bernyanyi lagu ciptaanmu itu. Ombak yang tadinya rusuh, langsung terdiam seolah mereka mengerti makna lagu itu. "I give you my heart... This my promise...I will protect you my lady... I don't wanna hurt you... Please always be my lady." Kira-kira itulah penggalan lirik lagu yang kau ciptakan itu. Saat itu kau seolah mengakatku terbang tinggi sekali. Kau nampak begitu serius dengan janjimu dalam lagu ciptaamu itu. Dan aku juga masih ingat ketika kau berusaha setengah mati untuk melindungiku ketika ada lelaki lain berusaha mengusikku. Semua tentangmu masih terekam manis dalam benakku.
Tapi kenangan akan tetap menjadi kenangan. Kenangan indah bersamu. Kenangan yang kini sirna. Sirna karena ulahmu sendiri. Kenangan yang membuatku jatuh cinta seratus kali lebih dalam dari sebelumnya kepadamu. Aku tak mau larut lebih dalam lagi. Aku ingin lepas. Aku tak mau jatuh di cinta yang sama. Kuingat aku pernah berjanji kepada diriku sendiri, bahwa suatu saat nanti ku akan bangkit dari keterpurukan yang pernah kau buat. Dan saat itu pun tiba. Saat dimana seharusnya kau merasa bahagia. Disaat orang-orang ikut larut dalam kebahagian yang seharusnya bersumber darimu. Aku melangkah menghampirimu. Kuucapkan kata-kaya bahagia selayaknya orang-orang mengucapkannya kepadamu. Kau terpaku melihatku. Masih dapat kulihat rona-rona cintamu untukku dari pancaran mata coklat sipitmu itu. Saat kau berusaha membuatku kembali dalam pelukmu, aku malah melepasmu. Kuucapkan kata perpisahan dan kutinggalkan dirimu bersamanya. Diplaminan. Ya diplaminan. Hari ini hari pernikahanmu bukan?  Sekarang ku dapat pergi dengan kepala terangkat dan senyum lebar.